Puisi


"Anak Putih Merah"  

Senyum manis menghias wajahnya

Canda tawa mengiringi jejak

Langkah dalam hidupnya

Tak ada beban,

Hanya belajar,, Bermain,,, Bercanda gurau,

Senyum dan tawa  yang menemani

Setiap hari dalam hidupnya

Semangat mereka . .

Seperti warna baju yang dikenakannya

Merah. . berkobar api semangatnya

Putih. . Suci sikap dan perilakunya

Di saat itulah

Mereka membutuhkan kasih sayang penuh

Tanamkan motivasi

Pupuk dengan usaha,

Sirami dengan doa,

Sinari dengan Semangat. .

Kelak mereka akan tumbuh menjadi kebanggaan

Orang-orang yang menyayanginya. .

 

"Api Semangatku Kembali Berkobar"

 

Aku terbaring lemah tak berdaya

terlihat tetesan air merah dari kakiku

perih terasa perih

menjerit dalam kalbu

menahan rasa sakit

 

Kini hanya setetes embun yang 

menemani dunia gelapku

ingin aku berlari

mengejar seberkas cahaya yang

dulu pernah ada dalam hidupku

 

Tapi, apa dayaku

api semangat itu telah hancur

hancur sekejap oleh mereka 

singa-singa yang rakus

 

Semua memang telah terjadi

bahkan waktu tak bisa ku putar ulang

tapi aku masih bisa kembalikan semangatku

yang dulu hilang

dan aku terus mencoba menggenggam

kembali api semangat itu

Bangkit. . Berdiri. . .

dan Aku Bisa. 

 

"Ketika Cinta Menyapa"


Awal berjumpa kau diamkanku

hanya senyum yang kau berikan

tatapan matamu penuh makna

dan ku tau kau terpesona


diam-diam kau meliriku

bermain mata dengan diriku

kau buat hariku indah

dan ku mulai curiga

kau menyukai diriku


seiring waktu berlalu

kau berikan perhatianmu

kau tak seperti biasanya

kau mampu tenangkan hatiku


dua hari berlalu

kau mulai ungkapkan rasa itu

terpancar sinar matamu

kau berbisik padaku "Aku jatuh cinta padamu"


ku balas dengan senyuman

wajah merah tak tertahankan

aku malu, sungguh malu....

ketika cinta menyapaku..


"Kertas tak berwarna"


Kau tak pernah letih melukiskan cerita tentang kita

tak pernah henti memberikan warna disetiap kekosonganku

dan kau selalu temani aku dengan kemilau warna-warna indahmu,

hingga aku tak pernah merasa hampa..


tapi kini,,

aku tak seindah dulu

aku terlihat kusam dan  tak menarik

ketika kau tak terlihat lagi

bahkan kau tak pernah singgah sejenak

memberikan warna untukku..

melukis kenangan bersamamu. .


entah kau dimana?

kau seakan menjauh,

pergii dan hilang tanpa jejak...

 

"Diam seribu bahasa"

 

Ku diam membisu,

menatap kosong langit malam,

hembusan angin menyapa merasuk dalam jiwa

tapi tak ku hiraukan.


Ku tetap terdiam,

diam seribu bahasa,

mengundang seribu tanya dalam hati.


Hingga rembulan mulai menjauh dari pandangan,

tak nampak lagi,

dan aku masih terdiam,

diam bersama kesunyian.


Mataku mulai berkaca,

tak dapat ku tahan lagi,

perlahan,,,

terasa air mata jatuh dan hidup dipipi,

hingga mengganti senyuman diraut wajahku.


Tanya hati menyapa kembali

Apa yang terjadi?

seakan aku bisu, sulit untuk ku ucap,

Entahlah. . .

batinku hanya berbisik

"Aku Terluka"

 

"Rindu sosokmu sahabat"

 

Tak terasa kawan

waktu bergulir cepat

dimana masa kanak-kanak

awal pertemuan kita


tak pernah ku sangka sebelumnya

ikatan ukhuwa ini tetap terjaga

hingga kita beranjak dewasa....


ingatkah kawan

kau bawa aku ke daerah baru

kau ulurkan tanganmu

dan kau berikan ku kebahagiaan.


meski terkadang selalu ada

perbedaan diantara kita

tapi tak menjadi penghalang

persahabatan ini semoga kan abadi..


kini kita terpisah jarak

tak ada lagi canda tawa itu

senyum dan gurauanmu

yg membuatku tertawa lepas

hanya doa yang kini bisa

melepaskan rinduku akan sosokmu sahabat :)

 

"Rencana-Mu lebih Indah"

 

Tak bisa ku tahan air mata

Yang menetes membasahi pipi

Saat aku tau,    

Semua tak sesuai harapanku.

Rasa sesal menghampiri

Hingga terbayang  dalam memori

Sempat terlintas kata ‘putus asa’

Hingga Aku hilang arah

Dan tak tau apa yang harus ku perbuat??

Mataku dibutakan oleh harapan maya

Bahkan telingaku tuli

Tak mendengar,

Bahkan tak memperdulikan apa kata orang

Kini dalam sujud malamku

Aku menangis,menjerit...

Aku tak sanggup.

Tak mampu jalani semua ini. . .

Hingga aku mulai tersadar

Saat ku lihat  cahaya terang

Melintas didepan mata

Mengarah pada lafadz Allah

Dan aku tersenyum,

Rencanaku memang harapanku

Tapi  Inilah  jalan yang terbaik untukku

Dan  rencana-Mu akan jauh lebih indah.

 

"Salah"

 

Kau anggap aku sebatas debu yang hilang tertiup angin

Kau anggap aku lilin  yang mudah kau permainkan

Kau anggap aku lemah, hingga kau perlakukan aku sesuka hati.

Apa kau pernah dengar aku mengkhianatimu.

Apa kau pernah lihat aku bersama bintang yang lain

bermain hingga ku melupakanmu.

tidak kan ? aku tak melakukannya.

Karena aku selalu menjaga sinarku itu.

Kau pikir aku akan diam

Kau pikir aku akan bertahan dengan semua ini

Tidak. . kau salah. .                            

Cukup aku bertahan dan lama berdiam.

                   Hariku memang terang ketika kau ada bintangku

                   tapi kau tak pernah terlihat

kau bersembunyi dibalik awan hitam

dan aku tak tau apa maksud mu.

Hingga aku menyadari

Semua berbeda

Kini kau terlihat semakin jauh

Hilang dan hanya bayangmu yang tersisa...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar