"Anak Putih Merah"
Senyum manis menghias wajahnya
Canda tawa mengiringi jejak
Langkah dalam hidupnya
Tak ada beban,
Hanya belajar,, Bermain,,, Bercanda gurau,
Senyum dan tawa yang menemani
Setiap hari dalam hidupnya
Semangat mereka . .
Seperti warna baju yang dikenakannya
Merah. . berkobar api semangatnya
Putih. . Suci sikap dan perilakunya
Di saat itulah
Mereka membutuhkan kasih sayang
penuh
Tanamkan
motivasi
Pupuk dengan
usaha,
Sirami dengan
doa,
Sinari dengan Semangat. .
Kelak mereka akan tumbuh menjadi
kebanggaan
Orang-orang yang menyayanginya. .
"Api Semangatku Kembali Berkobar"
Aku terbaring lemah tak berdaya
terlihat tetesan air merah dari kakiku
perih terasa perih
menjerit dalam kalbu
menahan rasa sakit
Kini hanya setetes embun yang
menemani dunia gelapku
ingin aku berlari
mengejar seberkas cahaya yang
dulu pernah ada dalam hidupku
Tapi, apa dayaku
api semangat itu telah hancur
hancur sekejap oleh mereka
singa-singa yang rakus
Semua memang telah terjadi
bahkan waktu tak bisa ku putar ulang
tapi aku masih bisa kembalikan semangatku
yang dulu hilang
dan aku terus mencoba menggenggam
kembali api semangat itu
Bangkit. . Berdiri. . .
dan Aku Bisa.
"Ketika Cinta Menyapa"
Awal berjumpa kau diamkanku
hanya senyum yang kau berikan
tatapan matamu penuh makna
dan ku tau kau terpesona
diam-diam kau meliriku
bermain mata dengan diriku
kau buat hariku indah
dan ku mulai curiga
kau menyukai diriku
seiring waktu berlalu
kau berikan perhatianmu
kau tak seperti biasanya
kau mampu tenangkan hatiku
dua hari berlalu
kau mulai ungkapkan rasa itu
terpancar sinar matamu
kau berbisik padaku "Aku jatuh cinta padamu"
ku balas dengan senyuman
wajah merah tak tertahankan
aku malu, sungguh malu....
ketika cinta menyapaku..
"Kertas tak berwarna"
Kau tak pernah letih melukiskan cerita tentang kita
tak pernah henti memberikan warna disetiap kekosonganku
dan kau selalu temani aku dengan kemilau warna-warna indahmu,
hingga aku tak pernah merasa hampa..
tapi kini,,
aku tak seindah dulu
aku terlihat kusam dan tak menarik
ketika kau tak terlihat lagi
bahkan kau tak pernah singgah sejenak
memberikan warna untukku..
melukis kenangan bersamamu. .
entah kau dimana?
kau seakan menjauh,
pergii dan hilang tanpa jejak...
"Diam seribu bahasa"
Ku diam membisu,
menatap kosong langit malam,
hembusan angin menyapa merasuk dalam jiwa
tapi tak ku hiraukan.
Ku tetap terdiam,
diam seribu bahasa,
mengundang seribu tanya dalam hati.
Hingga rembulan mulai menjauh dari pandangan,
tak nampak lagi,
dan aku masih terdiam,
diam bersama kesunyian.
Mataku mulai berkaca,
tak dapat ku tahan lagi,
perlahan,,,
terasa air mata jatuh dan hidup dipipi,
hingga mengganti senyuman diraut wajahku.
Tanya hati menyapa kembali
Apa yang terjadi?
seakan aku bisu, sulit untuk ku ucap,
Entahlah. . .
batinku hanya berbisik
"Aku Terluka"
"Rindu sosokmu sahabat"
Tak terasa kawan
waktu bergulir cepat
dimana masa kanak-kanak
awal pertemuan kita
tak pernah ku sangka sebelumnya
ikatan ukhuwa ini tetap terjaga
hingga kita beranjak dewasa....
ingatkah kawan
kau bawa aku ke daerah baru
kau ulurkan tanganmu
dan kau berikan ku kebahagiaan.
meski terkadang selalu ada
perbedaan diantara kita
tapi tak menjadi penghalang
persahabatan ini semoga kan abadi..
kini kita terpisah jarak
tak ada lagi canda tawa itu
senyum dan gurauanmu
yg membuatku tertawa lepas
hanya doa yang kini bisa
melepaskan rinduku akan sosokmu sahabat :)
"Rencana-Mu lebih Indah"
Tak
bisa ku tahan air mata
Yang
menetes membasahi pipi
Saat aku tau,
Semua
tak sesuai harapanku.
Rasa sesal menghampiri
Hingga terbayang dalam memori
Sempat terlintas kata ‘putus asa’
Hingga Aku hilang arah
Dan tak tau apa yang harus ku perbuat??
Mataku
dibutakan oleh harapan maya
Bahkan
telingaku tuli
Tak
mendengar,
Bahkan
tak memperdulikan apa kata orang
Kini dalam sujud malamku
Aku menangis,menjerit...
Aku tak sanggup.
Tak mampu jalani semua ini. . .
Hingga
aku mulai tersadar
Saat
ku lihat cahaya terang
Melintas
didepan mata
Mengarah
pada lafadz Allah
Dan
aku tersenyum,
Rencanaku
memang harapanku
Tapi Inilah jalan yang terbaik untukku
Dan
rencana-Mu akan jauh lebih indah.
"Salah"
Kau anggap aku
sebatas debu yang hilang tertiup angin
Kau anggap aku
lilin yang mudah kau permainkan
Kau anggap aku
lemah, hingga kau perlakukan aku sesuka hati.
Apa
kau pernah dengar aku mengkhianatimu.
Apa
kau pernah lihat aku bersama bintang yang lain
bermain
hingga ku melupakanmu.
tidak
kan ? aku tak melakukannya.
Karena
aku selalu menjaga sinarku itu.
Kau pikir aku
akan diam
Kau pikir aku
akan bertahan dengan semua ini
Tidak.
. kau salah. .
Cukup aku
bertahan dan lama berdiam.
Hariku memang terang ketika
kau ada bintangku
tapi kau tak pernah terlihat
kau
bersembunyi dibalik awan hitam
dan
aku tak tau apa maksud mu.
Hingga aku
menyadari
Semua berbeda
Kini kau
terlihat semakin jauh
Hilang dan
hanya bayangmu yang tersisa...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar