Selasa, 01 April 2014

Makalah Sistem Saraf dan Sistem Indera



SISTEM SARAF DAN INDERA

MAKALAH

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 1
Dosen. Ibu. Ai Hayati Rahayu, S.Pd

Disusun oleh :
Kelompok IV
1.         Eni Nurhaeni
2.         Fitri AiYulianti
3.         Heny Indriyani
4.         Yuli Indah Komala
Kelas PGSD B



SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SEBELAS APRIL SUMEDANG
Tahun Akademik 2013/2014


KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Pada kesempatan yang berbahagia ini, kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Yang Maha Pengasih atas rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan bagi  kita semua. Berkat rahmat-Nya juga, akhirnya kami sebagai penulis dapat menyesaikan makalah yang berjudul “Sistem Saraf dan Indera”.
Makalah ini dibuat sebagai salah satu syarat mengikuti Pembelajaran Mata Kuliah Konsep Dasar IPA1 di Prodi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas April Sumedang Tahun Akademik 2013/2014. Selain itu, makalah ini juga dijadikan sebagai sarana pelatihan bagi kami sebagai penulis dalam menerapkan ilmu-ilmu yang diterima selama belajar di STKIP Sebelas April Sumedang, dapat pula dijadikan sebagai bahan perbandingan dan penunjang pelaksanaan  perkuliahan.
Kami menyadari makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karena keterbatasan pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kami mengharapkan kritik dan saran yang kiranya dapat kami gunakan sebagai masukan untuk perbaikan dimasa yang akan datang.
Dalam kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1.    Ibu Ai Hayati Rahayu, S.Pd selaku dosen yang telah memberikan bimbingan dan membina penulis dalam menyelesaikan makalah ini;
2.      orangtua yang telah membantu baik moril maupun materil;
3.      rekan-rekan yang ikut membantu dalam penulisan makalah ini.
Atas segala partisipasi dari semua pihak yang telah membantu, kami ucapkan jazakumullahu khairan katsiraa. Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kami sebagai penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.


Sumedang, Agustus 2013

Penulis


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 
    Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera. Sedangkan sistem indera adalah salah satu alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indera sering disebut panca indera, karena terdiri dari lima indera yaitu indera penglihat (mata), indera pendengar (telinga), indera pembau atau pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).

1.2 Rumusan Masala
      Untuk dapat lebih memberikan kejelasan dan arah pada tulisan ini juga agar tidak terlalu luas dalam pembahasannya, kami menetapkan rumusan masalah makalah ini sebagai berikut :
1)      Apa pengertian sistem saraf ?
2)       Bagaimana cara kerja dari sistem saraf ?
3)        Apa pengertian sistem indera ?
4)       Jelaskan macam-macam sistem indera ?

1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan dalam bentuk makalah ini bertujuan untuk :
1)     mendeskripskikan tentang pengertian sistem saraf;
2)      mendeskripsikan pembagian dari sistem saraf;
3)      mendeskripsikan tentang pengertian sistem indera;
4)       mendeskripsikan macam-macam sistem indera.

BAB II
SISTEM SARAF DAN INDERA
22.1.Sistem saraf
2.1.1  Pengertian Sistem Saraf
Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
2.1.2   Cara Kerja Sistem Saraf
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
2.1.3   Skema terjadinya gerak sadar
Rangsang – reseptor – sel saraf sensorik – otak – sel saraf motorik – efektor – tanggapan.
Untuk menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf  yaitu:
• Reseptor
Adalah alat penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang ber tindak sebagai reseptor adalah organ indera.
• Penghantar impuls
Dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson). Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel saraf disebut neuron.
• Efektor
Adalah bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls. Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Berdasarkan struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
• Sel saraf sensori
Fungsi sel saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat, yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).
• Sel saraf motor
Fungsi sel saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
•   Sel saraf intermediet
Sel saraf intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau sel saraf asosiasi lainnya.
Kelompok-kelompok serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul
2.2 Sistem Indera
            Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
2.2.1 Bagian-bagian Sistem Indera
1. Indra Penglihat (Mata)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3eETtfLZChOa_-Y3ezmmK70Yp3pIKnCAA4PPV97apltsDZmzbHVW9adN4Y2Bptg6U9Gy6PFCH0vIZmgV3XQhZ4PfgITcmyE0mwfIhYNw6QJSwyA_BRyG1tvDhzG5H9OILqivHfFEavoc/s400/mata+1.png
Mata terdiri dari otot mata, bola mata dan saraf mata serta alat tambahan mata yaitu alis, kelopak mata, dan bulu mata. Alat tambahan mata ini berfungsi melindungi mata dari gangguan lingkungan. Alis mata berfungsi untuk melindungi mata dari keringat, kelopak mata melindungi mata dari benturan dan bulu mata melindungi mata dari cahaya yang kuat, debu dan kotoran.
Fungsi bagian - bagian indra penglihatan adalah sebagai berikut :
a. Kornea mata berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam.
b. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
c. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata
d. Pupil berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya.
e. Retina berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh oleh saraf mata ke otak
f. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata
g. Saraf mata berfungsi meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak

2. Indra Pendengar (Telinga)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_TUbmmlanlqQHgVNs6xAH90OFi063BaSz2LK6RNQ1gkixbSFzNigAk0Dg1_C7-kXdSO1BhX1A9bhq9JeL7IrlzOBG_-TCeMtXGOIzcsknaI4O3wjP9DjAauTyx9Ma-pz37XoXRTARZlA/s1600/telinga+3.png
Indra pendengar adalah telinga yang terdiri dari :
1). Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran
2). Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
3). Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)
Fungsi bagian-bagian indra pendengar :
a. Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi.
b. Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
c. Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
d. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.
e. Saluran eustachius menghubungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.
3. Indra Pembau (Hidung)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHOipTx1mXx_kDjImOZS0dpw5b7U7_fxk3oApwNvaK4AbNDvWJT9gxLu98jDPvbCt1M5OrFeOrKnWMP4s8wEtIlCRJd0sCvh9HqOILfDAuYaDKntWEFUP2w_wuSyQwuAKW_ggMfeRp4mw/s1600/hidung.png

Fungsi bagian-bagian indra pembau :
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak
4. Indra Pengecap (Lidah)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDFVij98uEYBxUq1O-bSDSt2GFm3g0Z77RvoLXqVI1gjqPlWWIuVXdi-X79tnJo3zTG7QD89_JOwh-Grs4QOF9xuKsWy91i6FUQpD9d2voVWno5igFbHbDYeBq8SpYKDgbGUqW6KVDwF4/s1600/lidah.png

Bagian lidah yang berbintil-bintil disebut papila adalah ujung saraf pengecap. Setiap bintil-bintil saraf pengecap tersebut mempunyai kepekaan terhadap rasa tertentu berdasarkan letaknya pada lidah.
Pangkal lidah dapat mengecap rasa pahit, tepi lidah mengecap rasa asin dan asam serta ujung lidah dapat mengecap rasa manis.

5. Indra Peraba (Kulit)
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhyZ3BqOAlJtlXV1caVUhc_KkDmnAVFs1l-IecInigKPl8T2Kv8eqUFounZkj6IMk6wVz6zecerio-SqbG2V3y_JylXzd4AWs9VDrjRCi3w7C2ZgMRui9Y6J_H37SvtxDs4wgecNcDzu1M/s320/kulit.png
Dengan kulit kita dapat merasakan sentuhan. Bagian indra peraba yang paling peka adalah ujung jari, telapak tangan, telapak kaki, bibir dan alat kemaluan.
Fungsi bagian-bagian kulit :
a. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
b. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat
c. Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh
d. Otot penggerah rambut berfungsi mengatur gerakan rambut
e. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah keseluruh tubuh.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1    Kesimpulan
Berdasarkan hasil penulisan yang di lakukan penulis dapat menarik kesimpulan yaitu sebagai berikut.
1)      Dilihat dari pengertian sistem saraf,sistem saraf adalah merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
2)      dilihat dari cara kerjanya, Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut : a). Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indrab). Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar, c). Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak, d). Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak, e). Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
3)      di lihat dari pengertian sistem indra,  Alat indra adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
4)      Dilihat dari macam-macam sistem indra, macam-macam sistem indra terdiri dari indra pelihat,indra peraba,indra pendengar,indra pengecap,indra penciuman.
3.2    Saran
3.2.1 Bagi Pembaca
Saran-saran yang dapat diberikan penulis pada pembaca yaitu sebagai berikut:
1)      Sebaiknya alat indra yang terdapat dalam tubuh kita harus dijaga dan dirawat agar tetap sehat. Seperti kelima sistem indra yang kita miliki salah satunya indra pendengar.
2)      Para pembaca sebaiknya mulai menyadari bahwa menjaga sistem indra itu sangat penting dalam kehidupan. Itu adalah salah satu hal yang kita lakukan agar sistem indra dapat berfungsi dengan baik.
3)      Jagalah bagian-bagian yang ada dalam tubuh kita salah satunya dengan menjaga sistem saraf dan indra yang kita miliki.
3.2.2  Bagi Penulis
Adapun saran bagi penulis, yaitu sebagai berikut:
1)      Dilihat dari hasil yang diperoleh penulis yang kurang memuaskan, alahkan baiknya bila disetiap pengerjaan makalah ini anggota kelompok saling mendukung satu sama lain.
2)      Perlu peninjauan kembali ke buku panduan untuk lebih memperjelas isi makalah ini yang dapat dipertanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/03/alat-indra-manusia-bagian-bagian-dan.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar