SISTEM
SARAF DAN INDERA
MAKALAH
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 1
Dosen. Ibu. Ai Hayati Rahayu, S.Pd
Disusun
oleh :
Kelompok
IV
1.
Eni Nurhaeni
2.
Fitri AiYulianti
3.
Heny Indriyani
4.
Yuli Indah Komala
Kelas
PGSD B
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
SEBELAS APRIL SUMEDANG
Tahun
Akademik 2013/2014
KATA PENGANTAR
Bismillahirahmanirrahim
Pada kesempatan yang
berbahagia ini, kami panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah Yang Maha
Pengasih atas rahmat dan karunia-Nya yang telah dilimpahkan bagi kita semua. Berkat rahmat-Nya juga, akhirnya
kami sebagai penulis dapat menyesaikan makalah yang berjudul “Sistem Saraf dan
Indera”.
Makalah ini dibuat
sebagai salah satu syarat mengikuti Pembelajaran Mata Kuliah Konsep Dasar IPA1 di
Prodi PGSD Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Sebelas April Sumedang
Tahun Akademik 2013/2014. Selain itu, makalah ini juga dijadikan sebagai sarana
pelatihan bagi kami sebagai penulis dalam menerapkan ilmu-ilmu yang diterima
selama belajar di STKIP Sebelas April Sumedang, dapat pula dijadikan sebagai
bahan perbandingan dan penunjang pelaksanaan
perkuliahan.
Kami menyadari makalah ini sangat
jauh dari kesempurnaan baik isi maupun bentuk penulisannya, karena keterbatasan
pengetahuan yang kami miliki. Oleh karena itu, kami
mengharapkan kritik dan saran yang kiranya dapat kami gunakan sebagai masukan untuk
perbaikan dimasa yang akan datang.
Dalam
kesempatan ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada :
1. Ibu
Ai Hayati Rahayu, S.Pd selaku dosen yang telah memberikan bimbingan dan membina
penulis dalam menyelesaikan makalah ini;
2. orangtua
yang telah membantu baik moril maupun materil;
3. rekan-rekan
yang ikut membantu dalam penulisan makalah ini.
Atas segala partisipasi
dari semua pihak yang telah membantu, kami ucapkan jazakumullahu khairan
katsiraa. Akhirnya, kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kami
sebagai penulis khususnya, dan bagi para pembaca pada umumnya.
Sumedang,
Agustus 2013
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera. Sedangkan sistem indera adalah salah satu alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indera sering disebut panca indera, karena terdiri dari lima indera yaitu indera penglihat (mata), indera pendengar (telinga), indera pembau atau pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera. Sedangkan sistem indera adalah salah satu alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indera sering disebut panca indera, karena terdiri dari lima indera yaitu indera penglihat (mata), indera pendengar (telinga), indera pembau atau pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
1.2 Rumusan Masala
Untuk dapat lebih memberikan kejelasan dan arah pada tulisan ini juga agar tidak terlalu luas dalam pembahasannya, kami menetapkan rumusan masalah makalah ini sebagai berikut :
Untuk dapat lebih memberikan kejelasan dan arah pada tulisan ini juga agar tidak terlalu luas dalam pembahasannya, kami menetapkan rumusan masalah makalah ini sebagai berikut :
1)
Apa pengertian
sistem saraf ?
2) Bagaimana cara
kerja dari sistem saraf ?
3) Apa pengertian
sistem indera ?
4) Jelaskan macam-macam sistem indera ?
1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan dalam
bentuk makalah ini bertujuan untuk :
1)
mendeskripskikan
tentang pengertian sistem saraf;
2) mendeskripsikan
pembagian dari sistem saraf;
3) mendeskripsikan
tentang pengertian sistem indera;
4)
mendeskripsikan macam-macam sistem indera.
BAB II
SISTEM SARAF DAN INDERA
22.1.Sistem
saraf
2.1.1 Pengertian Sistem Saraf
Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi
yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian
tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan
penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan
oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang
datang dilakukan oleh sistem saraf dan alat indera.
2.1.2 Cara Kerja Sistem Saraf
Pada sistem saraf ada bagian-bagian yang disebut :
a. Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya berupa alat indra
b. Efektor : alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar
c. Sel Saraf Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak
d. Sel saraf Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak
e. Sel Saraf Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel
saraf lain.
2.1.3 Skema terjadinya gerak sadar
Rangsang –
reseptor – sel saraf sensorik – otak – sel saraf motorik – efektor – tanggapan.
Untuk
menanggapi rangsangan, ada tiga komponen yang harus dimiliki oleh sistem saraf
yaitu:
• Reseptor
Adalah alat
penerima rangsangan atau impuls. Pada tubuh kita yang ber tindak sebagai
reseptor adalah organ indera.
• Penghantar
impuls
Dilakukan
oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung (akson).
Pada serabut penghubung terdapat sel-sel khusus yang memanjang dan meluas. Sel
saraf disebut neuron.
• Efektor
Adalah
bagian yang menanggapi rangsangan yang telah diantarkan oleh penghantar impuls.
Efektor yang paling penting pada manusia adalah otot dan kelenjar.
Berdasarkan
struktur dan fungsinya, sel saraf dapat dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu sel
saraf sensori, sel saraf motor, dan sel saraf intermediet (asosiasi).
• Sel
saraf sensori
Fungsi sel
saraf sensori adalah menghantar impuls dari reseptor ke sistem saraf pusat,
yaitu otak (ensefalon) dan sumsum belakang (medula spinalis). Ujung akson dari
saraf sensori berhubungan dengan saraf asosiasi (intermediet).
• Sel saraf
motor
Fungsi sel
saraf motor adalah mengirim impuls dari sistem saraf pusat ke otot atau
kelenjar yang hasilnya berupa tanggapan tubuh terhadap rangsangan. Badan sel
saraf motor berada di sistem saraf pusat. Dendritnya sangat pendek berhubungan
dengan akson saraf asosiasi, sedangkan aksonnya dapat sangat panjang.
• Sel
saraf intermediet
Sel saraf
intermediet disebut juga sel saraf asosiasi. Sel ini dapat ditemukan di dalam
sistem saraf pusat dan berfungsi menghubungkan sel saraf motor dengan sel saraf
sensori atau berhubungan dengan sel saraf lainnya yang ada di dalam sistem
saraf pusat. Sel saraf intermediet menerima impuls dari reseptor sensori atau
sel saraf asosiasi lainnya.
Kelompok-kelompok
serabut saraf, akson dan dendrit bergabung dalam satu selubung dan membentuk
urat saraf. Sedangkan badan sel saraf berkumpul membentuk ganglion atau simpul
2.2 Sistem
Indera
Alat indra adalah
alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra manusia
sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra
penglihat (mata), indra pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
2.2.1
Bagian-bagian Sistem Indera
1. Indra Penglihat (Mata)
Mata terdiri dari otot mata, bola mata dan saraf mata serta alat tambahan
mata yaitu alis, kelopak mata, dan bulu mata. Alat tambahan mata ini berfungsi
melindungi mata dari gangguan lingkungan. Alis mata berfungsi untuk melindungi
mata dari keringat, kelopak mata melindungi mata dari benturan dan bulu mata
melindungi mata dari cahaya yang kuat, debu dan kotoran.
Fungsi bagian - bagian indra penglihatan adalah sebagai berikut :
a. Kornea mata berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam.
b. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
c. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata
d. Pupil berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya.
e. Retina berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh oleh saraf mata ke otak
f. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata
g. Saraf mata berfungsi meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak
2. Indra Pendengar (Telinga)

Fungsi bagian - bagian indra penglihatan adalah sebagai berikut :
a. Kornea mata berfungsi untuk menerima rangsang cahaya dan meneruskannya ke bagian mata yang lebih dalam.
b. Lensa mata berfungsi meneruskan dan memfokuskan cahaya agar bayangan benda jatuh ke lensa mata.
c. Iris berfungsi mengatur banyak sedikitnya cahaya yang masuk ke mata
d. Pupil berfungsi sebagai saluran masuknya cahaya.
e. Retina berfungsi untuk membentuk bayangan benda yang kemudian dikirim oleh oleh saraf mata ke otak
f. Otot mata berfungsi mengatur gerakan bola mata
g. Saraf mata berfungsi meneruskan rangsang cahaya dari retina ke otak
2. Indra Pendengar (Telinga)

Indra pendengar adalah telinga yang terdiri dari :
1). Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran
2). Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
3). Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)
Fungsi bagian-bagian indra pendengar :
a. Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi.
b. Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
c. Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
d. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.
e. Saluran eustachius menghubungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.
3. Indra Pembau (Hidung)
1). Telinga bagian luar yaitu daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran
2). Telinga bagian tengah terdiri dari gendang telinga, 3 tulang pendengar ( martil, landasan dan sanggurdi) dan saluran eustachius.
3). Telinga bagian dalam terdiri dari alat keseimbangan tubuh, tiga saluran setengah lingkaran, tingkap jorong, tingkap bundar dan rumah siput (koklea)
Fungsi bagian-bagian indra pendengar :
a. Daun telinga, lubang telinga dan liang pendengaran berfungsi menangkap dan mengumpulkan gelombang bunyi.
b. Gendang telinga berfungsi menerima rangsang bunyi dan meneruskannya ke bagian yang lebih dalam.
c. Tiga tulang pendengaran ( tulang martil, landasan dan sanggurdi) berfungsi memperkuat getaran dan meneruskannya ke koklea atau rumah siput.
d. Tingkap jorong, tingkap bundar, tiga saluran setengah lingkaran dan koklea (rumah siput) berfungsi mengubah impuls dan diteruskan ke otak. Tga saluran setengah lingkaran juga berfungsi menjaga keseimbangan tubuh.
e. Saluran eustachius menghubungkan rongga mulut dengan telinga bagian luar.
3. Indra Pembau (Hidung)
Fungsi bagian-bagian indra pembau :
a. Lubang hidung berfungsi untuk keluar masuknya udara
b. Rambut hidung berfungsi untuk menyaring udara yang masuk ketika bernapas
c. Selaput lendir berfungsi tempat menempelnya kotoran dan sebagai indra pembau
d. Serabut saraf berfungsi mendeteksi zat kimia yang ada dalam udara pernapasan
e. Saraf pembau berfungsi mengirimkan bau-bauan yang ke otak
4. Indra Pengecap (Lidah)
Bagian lidah yang berbintil-bintil disebut papila adalah ujung saraf pengecap. Setiap bintil-bintil saraf pengecap tersebut mempunyai kepekaan terhadap rasa tertentu berdasarkan letaknya pada lidah.
Pangkal lidah dapat mengecap rasa pahit, tepi lidah mengecap rasa asin dan asam serta ujung lidah dapat mengecap rasa manis.
5. Indra Peraba (Kulit)

Dengan kulit kita dapat merasakan sentuhan. Bagian indra peraba yang paling peka adalah ujung jari, telapak tangan, telapak kaki, bibir dan alat kemaluan.
Fungsi bagian-bagian kulit :
a. Kulit ari berfungsi mencegah masuknya bibit penyakit dan mencegah penguapan air dari dalam tubuh.
b. Kelenjar keringat berfungsi menghasilkan keringat
c. Lapisan lemak berfungsi menghangatkan tubuh
d. Otot penggerah rambut berfungsi mengatur gerakan rambut
e. Pembuluh darah berfungsi mengalirkan darah keseluruh tubuh.
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penulisan yang di lakukan penulis dapat menarik
kesimpulan yaitu sebagai berikut.
1)
Dilihat dari pengertian sistem
saraf,sistem saraf adalah merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem koordinasi yang bertugas
menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan
respons terhadap rangsangan tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan
oleh alat indera, pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian
meneruskan untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf
dan alat indera.
2)
dilihat dari cara kerjanya, Pada sistem
saraf ada bagian-bagian yang disebut : a). Reseptor : alat untuk menerima rangsang biasanya
berupa alat indra,
b). Efektor :
alat untuk menanggapi rangsang berupa otot dan kelenjar, c). Sel Saraf
Sensoris : serabut saraf yang membawa rangsang ke otak, d). Sel saraf
Motorik : serabut saraf yang membawa rangsang dari otak, e). Sel Saraf
Konektor : sel saraf motorik atau sel saraf satu dengan sel saraf lain.
3)
di lihat dari pengertian sistem
indra, Alat indra
adalah alat-alat tubuh yang berfungsi mengetahui keadaan luar. Alat indra
manusia sering disebut panca indra, karena terdiri dari lima indra yaitu indra
penglihat (mata), indra
pendengar (telinga), indra pembau/pencium (hidung), indera pengecap (lidah), dan indera peraba (kulit).
4)
Dilihat dari macam-macam sistem
indra, macam-macam sistem indra terdiri dari indra pelihat,indra peraba,indra
pendengar,indra pengecap,indra penciuman.
3.2 Saran
3.2 Saran
3.2.1 Bagi Pembaca
Saran-saran yang dapat diberikan penulis pada pembaca yaitu sebagai
berikut:
1)
Sebaiknya alat indra yang
terdapat dalam tubuh kita harus dijaga dan dirawat agar tetap sehat. Seperti
kelima sistem indra yang kita miliki salah satunya indra pendengar.
2)
Para pembaca sebaiknya mulai
menyadari bahwa menjaga sistem indra itu sangat penting dalam kehidupan. Itu
adalah salah satu hal yang kita lakukan agar sistem indra dapat berfungsi
dengan baik.
3)
Jagalah bagian-bagian yang ada
dalam tubuh kita salah satunya dengan menjaga sistem saraf dan indra yang kita
miliki.
3.2.2 Bagi Penulis
Adapun saran bagi penulis, yaitu
sebagai berikut:
1)
Dilihat dari hasil yang diperoleh
penulis yang kurang memuaskan, alahkan baiknya bila disetiap pengerjaan makalah
ini anggota kelompok saling mendukung satu sama lain.
2)
Perlu peninjauan kembali ke buku
panduan untuk lebih memperjelas isi makalah ini yang dapat dipertanggung jawab.
DAFTAR PUSTAKA
http://asagenerasiku.blogspot.com/2012/03/alat-indra-manusia-bagian-bagian-dan.html




Tidak ada komentar:
Posting Komentar